Tanda-Tanda dan Gejala Stroke Mata

Tanda-Tanda dan Gejala Stroke Mata

Mujereslibresyenpaz –¬†Gejala mungkin muncul perlahan selama beberapa jam atau hari, atau mungkin muncul tiba-tiba. Anda harus memperhatikan bahwa AION tidak selalu berdampak pada kedua mata. Penyumbatan pembuluh darah hanya dapat mempengaruhi satu mata.

Berikut beberapa gejala yang mungkin terjadi:

  • Penglihatan tampak pusing, atau bintik putih muncul di wajah.
  • Nyeri atau tekanan di mata.
  • Penglihatan kabur yang sebagian atau sebagian memburuk di seluruh wajah Anda.
  • Kehilangan penglihatan lengkap dapat terjadi perlahan atau tiba-tiba.

Segera konsultasikan ke dokter mata jika Anda mengalami gejala di atas. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, stroke dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan secara permanen (kebutaan).

Penyebab stroke mata

Stroke mata terjadi karena penyumbatan aliran darah yang merusak retina. Penyumbatan ini biasanya terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah atau adanya gumpalan darah. Sayangnya, sejauh ini belum diketahui secara pasti mengapa organ mata bisa terkena kondisi ini. Meskipun AION dapat disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah yang mensuplai nutrisi, AION lebih sering disebabkan oleh kurangnya tekanan atau perfusi jaringan.

Perubahan tekanan darah relatif terhadap tekanan mata dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini juga dapat menurunkan suplai nutrisi dan oksigen ke saraf optik. Akibatnya jaringan saraf optik akan rusak, kehilangan penglihatan. Penyakit kardiovaskular juga meningkatkan risiko kondisi ini. Pada beberapa pasien dengan penyakit kardiovaskular, tekanan darah bisa turun dengan cepat saat tidur. Kondisi ini dapat mengurangi sirkulasi darah melalui pembuluh darah mata, yang meningkatkan kemungkinan AION.

Salah satu akibat paling berbahaya dari stroke mata dikenal sebagai AION arteri. Ini disebabkan oleh suatu kondisi yang dikenal sebagai arteritis sel raksasa (GCA). GCA menyebabkan peradangan pada pembuluh darah dan saraf optik menengah dan besar di kulit kepala. Sedangkan penyebab GCA belum diketahui.

Faktor risiko stroke mata

Siapapun bisa mengalami kondisi ini, namun ada faktor yang membuat Anda berisiko terkena kondisi ini. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang paruh baya dan lanjut usia. Faktanya, kurang dari 10 persen orang yang terkena AION dan AION arteri yang terkait dengan GCA berusia kurang dari 45 tahun. . Berbagai kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko antara lain:

  • Diabetes.
  • Aterosklerosis.
  • Glaukoma.
  • Rasakan sesak dada.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Kadar kolesterol tinggi.
  • Penyakit jantung.
  • Penyempitan arteri karotis atau arteri karotis.

Diagnosis & pengobatan stroke mata

Bagaimana stroke mata didiagnosis?

Jika Anda mengalami kehilangan penglihatan mendadak, segera hubungi dokter mata Anda. Dokter akan memeriksa secara menyeluruh untuk menentukan apakah Anda pernah mengalami stroke mata. Dokter mata Anda akan melebarkan pupil Anda dengan obat tetes mata, yang dapat memeriksa retina dengan lebih teliti dan menyebabkan tanda-tanda kerusakan.

Perawatan untuk stroke mata

Bisakah kondisi ini disembuhkan? Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin mendapatkan kembali penglihatannya dari waktu ke waktu. Sebuah studi di American Journal of Ophthalmology menemukan bahwa kehilangan penglihatan bisa terjadi pada banyak penderitanya, tergantung dari jenis stroke mata yang dideritanya. Penggunaan kortikosteroid telah terbukti menjadi pengobatan stroke mata yang berhasil meningkatkan penglihatan pasien bila dilakukan dari awal. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika tiba-tiba mengalami masalah wajah. Perawatan mata ini dapat mengurangi kebocoran pembuluh darah, mengurangi pembengkakan, dan meningkatkan sirkulasi. Namun, pengobatan ini lebih sering terjadi pada kasus AION, yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah dan peradangan pada saraf mata. Beberapa dokter mungkin juga meresepkan obat untuk menurunkan tekanan mata dengan harapan meningkatkan aliran darah ke saraf optik.

Beberapa obat lain yang direkomendasikan oleh dokter mata Anda dalam beberapa jam setelah gejala, seperti:

  • Menghirup (inhalasi) campuran karbondioksida dan oksigen, dapat melebarkan vena retinal.
  • Keluarkan sebagian cairan dari mata untuk menghilangkan sumbatan dari retina.
  • Gumpalan atau agen pembekuan darah dalam darah.
  • Suntikan mata seperti kortikosteroid atau faktor pertumbuhan endotel antivaskular.
  • Terapi laser.
  • Tekanan tinggi atau oksigen hiperbarik.

Kondisi lain yang menyebabkan penggumpalan darah juga harus ditangani. Semakin cepat perawatan diberikan, semakin besar kesempatan Anda untuk menyelamatkan penglihatan Anda. Beberapa pasien dapat melihat kembali setelah mengalami kondisi ini, meskipun penglihatan seringkali tidak sebaik dulu. Untuk itu kamu bisa menggunakan jam kesehatan dari dr laser.

Artikel yang Direkomendasikan